PERBUATAN PERBUATAN YANG

PERBUATAN PERBUATAN

YANG

TIDAK SALAH

MELAWAN

KEKUASAAN

(= ISME)

PERMODALAN

 

TIGA Pelembagaan (jadi “Lembaga”) karena Politik, yang Berekonomisasi, “Kuasa” menyatakan Salah atas Perbuatan Ekonomi Manusia.

 

Kelembagaan

 

1. “Capital” = Benda (Hukum)

 

2. Permodalan (atau, “Capitalize”) Uang Hutang

 

3. GNP, per “Kapita” Penduduk

 

Dalam Politik, yang dinamakan “Salah”-Membentuk suatu kekuasaan lain dan memang Bertentangan saling Menghancurkan. Sosial versus Individual.

 

Permodalan “Bersumber ke” Individual. Ciptaan Kapitalisme. Kiri pun Berlawan Permodalan.

 

<Titik

 

Kekuasaan Rakyat (= Sosial) melalui Demokrasi, dipersiapkan dalam Logika (Kausalitas) Dialektikauntuk Pembebasan (Nasional).

 

1. ‘Nation’

 

2. Kepartaian dalam Politisasi

 

    a. Kepemimpinan Sosial (Persatuan)

    b. – Industrialisme Nasionalisasi – Tambang (Negara)

        - Menghapuskan Modal Keuangan Pinjaman LN (Investasi, Neo-Liberalisme)

    c. Parlemen Nasional (Resmi)

 

3. Membentuk Masyarakat – Politik (Pemilih)

 

<Titik

 

Perbuatan perbuatan Tidak Bersalah dalam Politik Kekuasaan

 

1. Sebab, Rakyat Yang Berkuasa

 

2. Kekuasaan Yang “Beda” Menguasainya

 

D I H A N C U R K A N N Y A ……. !

 

<Titik

 

Politik buksnlah “Alat” Ekonomisasi Kapitalisme (Individual)

 

1. Kerjasama antara (= Jaringan jaringan) Individualisme

 

2. Berkekuasaan

 

    a. Memilih (Rekayasa)

    b. Memakai Uang Negara, yang Dicetak – Berlaba

    c. Memerintah (Dagang)

 

3. Mengendalikan HAN

 

<Tutup

 

SELESAI

KAM & DE-POLITISASI

KAM

&

DE-POLITISASI ISME

 

SOSIAL HAN (Rancangan)

 

1. Antara Partai (Ketua), Parlemen, Panglima Angkatan Perang

 

2. Melindungi Rakyat

 

    a. Pertahanan (Darat, Lautan – Udara)

 

    b. KAM & Pelaporan. Menyelesaikan

 

        – Anti – Sosial

        – Penguasaan (atas Masyarakat)

        – Pemberontakan

 

    c. Tangkal Dini (Keadaan) – Operatif – Territorial (Bina) Kemasyarakatan

 

3. Tindakan tindakan KAM Terhadap Permusuhan (Gerakan gerakan)

 

<Titik

 

Dua bentuk de-Stabiltasi (= Ketahanan) Rakyat

 

1. Menghancurkan Kemanusiaan Sosial

 

2. a. Penyerangan

    b. Menguasai Nasional – Wilayah wilayah

 

Politisasi

 

Pemerintahan Yang Sosial, Berbuat

 

1. Politik Strategik yang Didasarkan Kedaulatan Rakyat di Masyarakat

 

2. Re-Politisasi KAM Terjemahan Nasional – ideologi Kepataian

 

    a. KAM – Penduduk (Mukim)

    b. Pokok pokok Perdamaian Internasional Diplomasi Politis

    c. Perbaikan perbaikan (tetapi bukan Hukum) Sosial

        Ekonomi

        Industri Posta Penyerangan atas Daerah derah

 

3. Berbicara dengan Parlemen Nasional

 

— o0o—

 

De-Politisasi Isme hanyalah Terhadap “Pengkhianatan” atas Manusia (wi)

 

1. Berbeda dengan Kerakyatan (Ajaran)

 

    Karena,

 

    a. Tujuannya, kekuasaan Rakyat

    b. Isme – Sosial Nasional (=Sosialisme)

    c. Membebaskan

 

2. Ditetapkannya Musuh Bersama

 

3. Maka, Melarang :

 

    a. Kapitalisme – Negara

    b. Liberalisme, Neo Imperialisme

    c. Individualisme – Penguasaan

 

Dalam HAN (baca, Pertahanan) Kerakyatan

 

<Tutup

 

SELESAI

NASIONAL PEMERINTAHAN (BENTUK)

NASIONAL PEMERINTAHAN (BENTUK)

 

NASIONAL Pemerintahan memang Dibentuk. Tetapi, bukan sebagaimanan Pemerintahan “Negara” (= Kabinet). Terkenangkan Imperialisme – Penjajahan.

 

Bertahun tahun mengelola “Administrasi Perintah”, yang Dijadikan “Hukum”. Biarpun karena Pemilihan. Namun, Perwakilan Tidak Pernah Berpolitik. Tetapi, “Mewakilkan” di atas Persuratan (= Kantor)

 

Tentu, Rapih lah … ‘Boeng ! Awak kaget … menjadi “Hukum Negara – Administrasi” !?! Karena, Revolusioner (Mungkin …)

 

<Jeda

 

Doeloe (kilas – balik) Tiga Anutan,

 

1. a. Nasionalisme (= Kebangsaan)

    b. Pro – Militer (Perjuangan Kemerdekaan)

 

2. c. Sosialisme – Politis

 

melaksanakan “Politisasi Demokrasi Nasional”. Berdasarkan

 

1. Kedaulatan Rakyat (di Konstitusi – Undang Undang dasar)

 

2. Kemakmuran

 

3. Kemerdekaan (= Proklamasi) Negara

 

Lalu, berlangsung – proses (Historikal Materialisme kah ?)

 

1. Dibentuk Parlemen (Ketua ketua – Anggota anggota di Persidangan. Majelis)

 

2. Memilih Presiden (Partai partai)

 

3. Dewan (Keputusan keputusan “Perwakilan”. Di Meja)

 

— o0o —

 

Tampak dua Bentuk dalam “Satu Pemerintahan Nasional”

 

1. Nasional Pemerintahan (dalam Sosialisme)

 

2. Pemerintahan ‘Negara’ – Politik Demokrasi Nasional

 

    a. Politisasi Demokrasi (Pemilihan Umum) Nasional

    b. Berparlemen

    c. Kepartaian (Partai partai)

 

3. Sama, karena Penyelenggaraan Negara (= Presiden)

 

Namun Siapakah, yang Berkuasa ? Sama kah ? Beda ?

 

Jika Sama pula, Mengapa Beda Tujuan Bentuk Pemerintahan akan menjadi Berapa Pemerintahan lagi ?

 

SELESAI

SENI POLITIK ISME

SENI

DAN

POLITIK ISME (SOSIAL)

 

BUKAN sekedar untuk Berkreasi. Tetapi rangkaian Juang. Menguraikan Nilai nilai Kemanusiaan. Bertujuan Kekuasaan Rakyat. MEMBEBASKAN

 

1. Manusia dari Pembodohan

 

2. Rakyat dari Pemiskinan

 

3. Masyarakat dari Penguasaan

 

4. Anak anak dari Kelaparan (Miskin)

 

5. Kehinaan Perempuan Sosialis

 

Melalui

 

1. Wadah Seni – Kerja

 

2. Tulisan (Kesusasteraan)

 

3. Gerak, Sosial – Teknologik, Suara

 

Terpolitisasi (Kepartaian PEMBEBASAN Nasional)

 

Utopia ke Politik (Materialisasi). Rasional, Logik (Kausalitas) Dialektis.

 

1. Membentuk Kemasyarakatan Sosialisme di seluruh Dunia

 

    a. Politis

    b. Buruh Kelas Pekerja

    c. Isme

 

2. ‘Nation’

 

3. Mempersiapkan Kesatuan – Wilayah wilayah (These – Alam)

 

    a. Nasional

    b. Pertanian – Budaya Pangan

    c. Lingkungan

 

Dalam Tahapan tahapan Isme – Sosial (Kesatuan Federalisme, matarantai Daerah ke daerah, Setempat – Internasionalme, di Dunia) Politik dan Ekonomik.

 

1. Politisasi Idealisme

 

2. Kekuatan Pribadi (= Jiwa) Sosialisme

 

3. HAN – Rasa (Aman)

 

Dalam Temati Kemampuan kemampuan Manusia. Bentuk bentuk :

 

1. Perlawanan

 

    a. Terkuasai (Musuhnya)

 

        – Individualism

        – Tyranik

        – Kapitalism

 

    b. Lapar. Dimiskinkan – Mati

 

    c. Terhina Kesucian Perempuan (Ibunya)

 

2. Pembinaan Isme Politik (Sosio – Kemanusiaan)

 

3. Masyarakat – Alam, Hasil (Mengelola)

 

     a. Pangan

     b. Kebutuhan kebutuhan (Barang)

     c. Perumahan

 

dll.

 

<Titik

 

Tidak Wacanatif lagi. Melaksanakan … Perbuatan Kiri Revolusioner. Demokrasi Tujuan Kekuasaan Rakyat (Miskin). dalam Materialisasi Kesenian. Mengajukan Kebenaran Maknawi Falsafati

 

SELESAI

MUNGKINKAH KEBUDAYAAN MATERIAL ?

BUKAN

NEGARA TETAPI SUATU

KELICIKAN

 

BARAT YANG JOROK

BERPOLITIK

MUNGKINKAH KEBUDAYAAN MATERIAL ?

 

BEBERAPA Kesalahan Politik Barat (Terminologi Politik, Westernism), yang Tercatat – Historis di Dunia :

 

1. a. Individualisme dan Politisasi Kekuasaan

 

    b. Menguasai Hak hak Sosial

 

        – Merendahkan

        – Berperang Terhadap Kebangsaan Masyarakat Pemerintahan (Menyerang)

        – Mengatur Negara negara lain

 

    c. Penjajahan

 

2. Ekonomisasi Kapitalisme (Program program)

 

    Melalui

 

    a. Politik

    b. Pengetahuan – Ilmu Teori Sementara (= buatan)

    c. Hukum

 

    Pertengahan ke Moderenisme

 

3. Keuangan (Dicetak). Material

 

Berlangsung di Wilayah wilayah (Kemasyarakatan)

 

1. Afrika. Kemasyarakatan Benua

 

    a. Rasial

    b. Militerisme – Keadatan (Devide et Impera)

    c. Eksploitasi Pertambangan di Benua

 

2. Asia

 

    a. Anti – Budaya (Setempat, Nasional)

    b. Menguasai Pemerintahan pemerintahan Kenegaraan

    c. Tenaga Kerja (Murah)

 

3. INDONESIA

 

    a. Penjajahan Wilayah wilayah

    b. Kapitalisme Permodalan  (Industrialisme)

    c. Kepemilikan

 

4. Jepun

 

    a. Warga Taklukan – Kalah

    b. Penguasaan Kapitalisme

    c. Terjebak Perjanjian Militerisme dalam Keuangan Negara – Leluhur

 

5. Sosialisme di Amerika Tengah Latin

 

     a. Perlakuan Tanpa Hak Sosial (= Demokrasi)

     b. Pemerasan (dalam Ancaman)

     c. Kekuasaan Individual atas Perkebunan perkebunan

 

6. Atas Penduduk Daratan ke Timur Eropa

 

     a. Peninggalan Feodalisme atas Lahan lahan “Tani”

     b. Bentuk Pemerintahan Individualisme Politik

     c. Perdagangan Monopoli

 

7. Australia

 

    a. Kelas Pekerja – Buruh Terpolitisasi Pemerintahan Liberalisme

    b. Menekan Minoritas

    c. Kekuasaan Negara atas Daerah daerah

 

<Jeda

 

Dasar Perbuatan perbuatan melakukan Tindakan tindakan Anti – Sosial

 

1. (Menuju) Kepemimpinan Yang Licik

 

2. Motif Kapitalisme

 

     a. Falsafati Pembendaan – Material

     b. Kebudayaan (kah … ?)

     c. Persaingan. Penyimpangan Terjemahan Politik (Kebebasan)

 

3. Pengaruh Alam, maka Terisolasi antara Masyarakat ke Masyarakat

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

RAKYAT – JUANG (DI) DUNIA

RAKYAT – JUANG (DI) DUNIA

 

PEMBEBASAN

 

ALAM, Sosialisme Terpolitisasi (untuk) Kekuasaan Rakyat. Atas Dasar ‘Kemanusiaan’ Sosial (di) Dunia.

 

1. Kerakyatan dalam Masyarakat ;

 

2. Kesatuan – Wilayah wilayah ;

 

    a. – Nasional ;

        - Kesatuan Federalisme ;

        – Demokrasi ;

    b. Lingkungan ;

    c. Tempat (Asal) Kelahiran ;

 

3. Pangan ;

 

4. Hubungan Kemasyarakatan Sosialisme Internasional ;

 

    a. Program program Ekonomisasi ;

    b. Perjuangan Kelas Pekerja Masyarakat (Buruh) ;

    c. Perdagangan Tradisional (Barterisasi) ;

 

5. Tanah, Hak Sosial ;

 

Membentuk Masyarakat masyarakat Sosialisme di seluruh Dunia.

 

<Tunda – Titik – Jeda

 

1. a. Sosial Kiri - Nasional dan Kepartaian ;

    b. Kelompok kelompok (Pro) Nasional – Setempat ;

         – Kebenaran ;

         - Progresif, Militansi ke Tujuannya ;

         – Bersama. Pertahanan, Kehati hatian ;

            Mengapa ? Karena,

 

2. Proses Demokrasi (Baur) Keluar – Masuk ;

 

Berlawan, dalam Tahapan tahapan Politik (= Keadaan) dan atau Aksi aksi Massa, yang dipersiapkan.

 

1. Suatu Pemikiran ke Tujuannya (Nilai nilai) ;

 

    a. Ajaran (Tertutup)

    b. Utopis ;

    c. Tanpa Pertukaran Keluar (Hati hati) ;

 

2. Isme Sosial (Setempat) ;

 

3. Proses Demokrasi (Baur) Keluar – Masuk ;

 

Jadi Perlawanan dari Kelompok kelompok Perjuangan Rakyat

 

1. Melawan ;

 

2. Membebaskan

 

     a. Manusia dari Pembodohan ;

     b. Rakyat dari Pemiskinan ;

     c. Masyarakat dari Penguasaan ;

     d. Anak anak Miskin Kelaparan di Dunia ;

     e. Kehinaan Perempuan Sosialis ;

 

3. Menghancurkan

 

     a. Meruntuhkan

          – Penguasaan ;

          – Pemerintahan Yang Korup ;

          - Imperialistik ;

      b. Menjatuhkan Kuasa Isme – Individual ;

      c. Menumbangkan Kekuasaan Kapitalisme

           – (di) Negara ;

           – Ekonomi, Keuangan, Industri ;

           – Politik

 

<Titik

 

ISME – NASIONAL POLITIK

 

Dilaksanakan karena Nasional – Wilayah wilayah (Alam). Melalui Politisasi Utopia (Materialisasi)

 

1. Masyarakat Berkedaulatan Rakyat ;

 

     a. Demokrasi ;

     b. Pemilihan ;

     c. Kepartaian ;

 

2. ’Nation’ - Peradaban Dunia ;

 

3. Sosialisme Ekonomik (antar Masyarakat) ;

 

4. Pertanian – Budaya Pangan ;

 

5. “Neg” – Ide Sosial ;

 

    a. Politisasi Kepentingan kepentingan Masyarakat (di Negara) ;

    b. Kependudukan ;

    c. Nasionalisasi Industri Kenegaraan ;

 

— o0o —

 

KEBARUAN ZAMAN MANUSIA

 

 Bukan Isu di Kenyataan atau sekedar Mem – “baru” – kan Zaman.

 

     Tetapi, karena

 

1. Telah diperbodoh Manusia ;

 

2. Pemiskinan atas Rakyat (Anti – Sosial) ;

 

3. Menghina Perempuan (Ibu, Kesucian) Sosialisme ;

 

4. Penguasaan atas Masyarakat ;

 

5. Sampai dibiarkan Kelaparan ;

 

Dengan cara cara

 

1. ‘Menguasai’ Kebutuhan kebutuhannya (= Manusia) ;

 

2. Kepemilikan atas Tanahnya sehingga Tiada Hak Sosial ;

 

    a. Kehilangan Lahan lahan Tani (Pangan) ;

    b. Rusak Sumber Alam ;

    c. Tanpa ‘Daerah’ Kelahiran ;

 

3. Politik Kekuasaan Anti – Rakyat

 

<Titik

 

Di beberapa Wilayah Bumi Terjadi (bentuk bentuk Politik)

 

1. Pengkhianatan atas Kemanusiaan ;

 

2. Penghancuran ‘Nation’ (= Kebangsaan ?) ;

 

3. Dibantai, melalui Peperangan ;

 

Nyaris lah Tiada lagi Hak hak Politik Kemanusiaan Tujuan Kekuasaan Rakyat di Dunia.

 

<Titik

 

Tiga Dasar :

 

1. Kemanusiaannnya ;

 

2. Zaman (Alam, Kesemestaan) ;

 

3. Kebaruan ;

 

Kebaruan Zaman dari These – Alam Hubungan – Kemanusiaan.

 

1. Manusia, Kerakyatannya (Politik) ;

 

2. Berpikir

 

     a.Logika Kausalitas Dialektika ;

     b. Alam (dalam Pikirannya) ;

     c. Re – evolusi ;

 

3. Hubungan – kebaruan Zamannya ;

 

Tampak dalam Perbuatan perbuatannya (Kemanusiaan)

 

1. Sosial – Politisasi Tujuannya ;

 

2. Keadilannya ;

 

3. Penerapan Ilmu Pengetahuannya (Alam) Teknologik ;

 

4. Pertaniannya ;

 

5. Rangkaian Pembebasan di Duniannya ;

 

6. HAN ;

 

7. Pemenuhan Kebutuhan kebutuhannya

 

<Titik

 

 

 

SELESAI

MODAL HUTANG UANG

MODAL HUTANG

SIAPA

HUTANG MODAL

 

KAMI tidak mau Bertemu “Beliau”. Sungguh jangan saja. Kuatir di – Pembangunan – kan. Dalam “Modal” tetapi Pinjaman juga dari Luar Negeri sampai nanti Tidak akan Lunas.

 

1. a. Lewat Industrialisasi – “Padi” ;

    b. Lewat (Harga) Jaminan Tanahnya (= Alam) ;

    c. Lewat Jalan Tol Jasa “Perintah” ;

 

2. a. Lewat Tabungan – Kas Surat (atas) Uang ;

    b. Lewat $ (Penyelundupan) ;

    c. Lewat Produksi – Konsumtif ;

 

3. a. Lewat Pengorbanan “Kemerdekaan” ;

    b. LewatGerakan Premanisme – Ekonomi ;

    c. Lewat “Damned U” (makian Bule) ;

 

Jadi, Kelewatan sekarang. Melihat Kawan Buruh yag Bercucuran airmata – keringat. Bekerja untuk Permodalan – Anggaran. (Menggetarkanku !) Tidak, Ibu … Jangan.

 

Bisa Terperangkap Hukum

 

1. Hukum atas Ekonomi ;

 

2. Keuangan Hukum – Kebijaksanaan (?) ;

 

3. Daerah Perdagangan – Hukum ;

 

Lebih Indah lagi Beri Ketulusan Kasih dalam Masyarakat. Menerangi gelap Penerusan Imperialisme – kolonial. Terlalu Mengerikan “Kekuasaan – Perintah” Negara. Bertentangan dengan Batini Rakyat Masyarakat – Kebangsaan.

 

— o0o —

 

Siapakah Menghutang Modal ?

 

1. Majelis – Haluan Kenegaraan ;

 

2. Pelaksanaan

 

     a. Dewan + “Perintah” (? Presden kah ?) Anggaran Struktural ;

     b. Hukum Menciptakan Prgram (Horee … !) ;

     c. Penyediaan Uang + Emas (Bank Sentral) ;

 

3. Politik jadi Ekonomi ;

 

4. Perdagangan

 

     a. Investasi – keuangan, Indstri ;

     b. Rancangan “Memakai” Uang ;

     c. Pertanian = Barang (Dagang) ;

 

5. Permodalan Disiapkan (Pinjaman) ;

 

— o0o —

 

“Nation” Diajukan :

 

1. Penghapusan Hutang hutang Luar “Negeri” ;

 

     a. Non – Transaktif Keuangan (Negara ?) ;

 

          – Korupsi ;

          - Beban dalam Penghasilan (Riil) Masyarakat ;

          – Politis. Lama (Waktu) ;

 

      b. Kaptalisme – Permodalan untuk Individualis ;

      c. Tidak Berlaba (Perindustrian) ;

      d. Jumlah Besar tidak Terpakai dalam Mata – Uang ;

      e. Tidak Usah Bayar (Sabodo !) ;

 

      (Baca Yang Benar,

        Profesor !

        Politik Yang Kami)

 

2. Pertanian – Budaya Pangan ;

 

3. Nasionalisasi Industri Pertambangan ;

 

      a. Perlndungan Sumber Alam (These – Alam) ;

      b. Perjuangan Kelas – Masyarakat (Buruh) Industri Kenegaraan ;

      c. Manfaat – guna untuk Kemasyarakatan Sosialisme ;

 

      (Baca, dunk

        Tuan – Pak, Tua

        Sosial, nih !)

 

— o0o —

 

Politisasi Keuangan, yang Dicetak, Berdasarkan Rasionaisme – Keadilan. TUJUANNYA. Bukanlah “Material Nafsu”. Mengakibatkan Sebab – Perbuatan Ekonomik Sosial – Industrialisme (Nasional). Terbebaskan Rakyat dari Pemikinan. Tidak Mengeruk Laba Dijadikan Proses Eknomisasi Negara. Tetapi. KEBENARAN mempersiapkanPemenuhan Kebuthan kebutuhan (Barang, Sandang, Perumahan) dan Pangan untuk Rakyat walaupun Bertahap (Hasil Yang Logik).

 

 

 

SELESAI

POLITIK – WARGA DEMOKRASI

WARGA berkedudukan “sama”. Sederajat dalam Wilayah wilayah Kesatuan. Haknya – Bertujuan (= Bentuk). Demokrasi walaupun ada Pemerintahan (baca, Negara negara).

 

     Karena,

 

     1. Bermasyarakat ;

 

     2. a. Bertani ;

         b. Perbuatan perbuatan Ekonomik ;

 

             - Perkebunan (Penghasilan, Tanaman) ;

             - Usaha usaha (Kerja) ;

             – Kelautan (Pencarian, Kehidupan) ;

 

         c. Perdagangan (Tradisi, Internasional) ;

 

     3. Bertempat (Mukim) ;

 

     4. Berpolitik ;

 

         a. Berpartai ;

         b. Memilih, Dipilih. Berpemerintahan (maka, ada ‘Negara) ;

         c. Pegawai Negara (= Konsep, suatu Negeri) ;

 

     5. Perburuhan (Masyarakat- Kelas) ;

 

Membentuk Komunalistik, berada dalam Hubungan Kemasyarakatan Dunia, yang Terbina. dasar Isme – Politik.

 

<Titik

 

Pemerintahan dan Kewargaan

 

Pemerintahan dibentuk :

 

     1. a. kepemimpinan ;

         b. Organisasi, Admnistrasi (Kenegaraan) ;

         c. Kesatuan – Federalisme ;

 

     2. Nasional – Wilayah wilayah ;

 

     3. Melalui Pemilihan ;

 

         a. Masyarakat ;

         b. Kepartaiannya ;

 

             - Politisasi ;

             – Program program (dasar) ;

             – Keanggotaan ;

 

          c. Kependudukan – warga ‘Negara’ (= Konsep) ;

 

Karena, beberapa ‘Tugas (Sosialisme) ;

 

     1. Pemerintahan Yang Sosial ;

 

     2. Politik ;

 

     3. Rasional ;

 

     4. Revolusioner ;

 

     5. Pelaksanaan Ekonomik Kemasyarakatan ;

 

— o0o —

 

Dari Politik, “Warga” Berfungsi (Dua Kemampuan Strategik)

 

     1. Melaksanakan Kebiasaan – Sosial Ekonomi ;

 

          a. Menetap ;

          b. Berpindah (Mutasi). Buka Pemukiman Baru (Tempat) ;

 

               - Kependudukan

                    i. Kedatangan ; 

                   ii. Demografik (Tambah) ;

                  iii. Keluar ;

              – Perdagangan ;

              – Menetap ;

 

           c. Keanggotaan dalam Partai ;

 

<Tunda

 

POLITIK – WARGA

(TEROBOSAN

DEMOKRASI POLITIS)

 

Pembentukan Masyarakat – Politik, mempolitisasi Kewargaan. dalam rangkaian tahapan tahapan Demokrasi. Ketika mempergunakan “Jalinan Politis” Kependudukan.

 

<Jeda

 

Sosialisme, yang Berkedaulatan (Rakyat) menetapkan Politisasi Kependudukan – Mukim karena ‘Nation’ These – Alam (Proses Masyarakat), berlangsung Kewargaan. Didirikanlah Pemerintahan ‘Negara’ – Ide Sosial.

 

     1. Isme – Sosial Nasional ;

 

     2. Masyarakat ;

 

     3. Daerah. Perwakilan (Setempat) ;

 

         a. Daerah ;

         b. Kota kota Pemukiman ;

         c. Pedesaan ;

 

     4. Pemilihan dalam Kepedudukan ;

 

     5. Keanggotaan Partai (Buruh, Lingkungan – Mukim) ;

 

<Tutup

 

 

 

SELESAI

PENYIMPANGAN KENEGARAAN – AJARAN

PENYIMPANGAN KENEGARAAN

DARI

AJARAN KERAKYATAN

 

1. PEMISAHAN Rakyat – Masyarakat ;

 

     Sebab

     ____

 

     a. Demokrasi (Penafsiran, Teoritis) menjadi “Alat” ;

     b. Hubungan Kekuasaan dengan suatu ‘Negara’ ;

     c. Isme – kapitalisme Terhadap Masyarakat ;

 

2. Rakyat (Tanpa Masyarakat) bukan Kependudukan ;

 

     Sebab

     ____

 

     a. Menempatkan Kerakyatan di Oposisi (Politik) ;

     b. Administrasi Pelaksanaan dari Kedaulatan ‘Negara’ ;

     c. Hukum atas Kependudukan (= Membatasi) ;

 

3. Pemerintahan Beda – Rakyat dan Masyarakat ;

 

     Sebab

     ____

 

     a. Rakyat Tanpa Kedaulatan ;

     b. Kekuasaan (Pemerintahan) Negara ;

     c. Penjajahan ;

 

<Jeda

 

Dampak (kah ?), Dibuat. Perlawanan … !

 

1. Dua gerak Politis, Berbenturan

 

    a. Kebebasan (gerak) di ‘Negara’ ;

    b. Politisasi ‘atas Negara’ ;

 

2. c. Berlanjut dengan Pertukaran (= “Daerah”) ;

 

3. Mempersiapkan “Demokrasi Negara” – Kerakyatan ;

 

<Titik

 

Mengakibatkan,

 

Kerakyatan dalam Masyarakat (baca, Penduduk) melaksanakan “Program program Politik Bertujuan”.

 

Dibentuk,

 

1. Nasional – demokrasi (Parlemen) ;

 

    a. Kesatuan – Federalisme (Wilayah wilayah) ;

    b.  Parlemen Nasional :

 

         – Keanggotaan ;

         – Bukan Kelembagaan Negara (karena Kerakyatan !) ;

         – Kepartaian (Masyarakat, Perwakilan) ;

 

     c. ‘Negara’- Ide (Konsep) ;

 

2. Masyarakat Politik (Pemilihan) ;

 

3. Pemerintahan Sosial – Ekonomik ;

 

Dasar Kedaulatan Rakyat (Tegas Bukan Hukum ‘dalam Negara’) untuk Kemanusiaan.

 

<Tutup

 

SEKIAN

 

MILITERISME – KEKUASAAN

MILITERISME – KEKUASAAN

_______________________

 

(Pembebas)

 

BETAPA angkuh Militerisme “Ketika” Berkuasa. Ternyata di Dunia ADA Mereka … ! Menyeramkan. Klik klik Individual dalam Militer (= Organisasi Ketentaraan).

 

     Tahapan tahapan (dasar)

 

     1. Niat ;

 

     2. Perbuatan perbuatan, yang Terlaksanakan

 

         a. Rancangan ;

         b. Menetapkan Daerah daerah “Tempur” ;

         c. Komando ;

 

     3. Penyerangan ;

 

     Dipergunakanlah

 

     1. ‘Perintah’ ;

 

     2. Pasukan pasukan (= Tentara) ;

 

     3. Senjata ;

 

     Tiga Keadaan (= ‘Ada’)

 

     1. Ada Perintah perintah “Pusat” ke Vertikal ;

 

     2. maka, ada “Peperangan”, berlangsung

 

     3. Ada Ketaatan (= Organisasi)

 

Menembaki karena Bersenjata, melukai dan membunuhi. Disertai Pemukulan, bisa ada Pelecehan atas Perempuan, Penyiksaan. Menguasai Wilayah wilayah (Setempat).

 

     Lalu, Menang atas Rakyat. Di … Dunia !

 

Organisasi, Militerisme – Berbeda. Tetapi, jadi samar. Untuk apa Hasil Perbuatan perbuatan Mereka selalu ? Nyaris Rakyat – Tentara berbeda dalam Tujuan Kekuasaan.

 

     Suatu Kekuasaan Rakyat …

 

Dua Kekuasaan di Dunia. Dalam Wilayah wilayah berhubungan dengan Rakyat (Ajaran). Mungkinkah Kekuasaan ke Tiga ?

 

     1. Kekuasaan Anti – Kerakyatan ;

 

     2. Kekuasaan Rakyat (Miskin)

 

          a. Kedaulatan Rakyat di Masyarakat ;

          b. Jika ada, ‘Negara’ – Ide Sosial ;

          c. Pemerintahan (Bentukan) demokrasi ;

 

     3. Kekuasaan “Pemerintahan” Militerisme di Dunia ;

 

— o0o —

 

Beberapa alasan Militer memakai Persenjataan Dibeli (Rakyat)

 

     1. Melindungi Rakyat ;

 

     2. (Rancangan) HAN Sosial

 

         a. Pertahanan ;

         b. Melawan

             Musuh, yang telah DITETAPKAN

             BERSAMA ;

         c. KAM untuk Masyarakat ;

 

     3. Ikut Perjuangan Anti Penguasaan Tyranisme Penjajahan

 

 

 

SELESAI

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.